Tuesday, February 12, 2019

CONTOH ALAT MUSIK

Contoh Alat Musik Ritmis

Musik tercipta dari berbagai jenis bunyi dan dari berbagai jenis alat musik pula. Selain itu, kita juga bisa memanfaatkan benda apa pun yang bisa mengeluarkan bunyi sebagai alat musik ritmis (karena tidak bernada). Berikut ini adalah beberapa contoh alat musik ritmis yang bisa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.
Fungsi alat musik bermacam-macam, bisa sebagai pengiring atau pun penentu tempo. Jika kamu adalah pemain yang bisa memainkan musik, pasti ada barang yang bisa membantu kamu dengan tempo yang cepat.
Berikut daftar contoh alat musik ritmis yang disertai gambar dan penjelasannya :

1. Drum

Drum merupakan jenis alat musik membranofon dan satu contoh alat musik ritmis modern yang juga masih termasuk dalam kelompok jenis musik perkusi yang terdiri dari memuat drum dan dilengkapi dengan lapisan yang digunakan sebagai tempat yang dipukul dan menghasilkan suara.

Contoh alat musik ritmis drum
Gambar alat musik drum

Drum sebagai alat musik ritmis dapat digunakan alat musik yang dimainkan dengan menggunakan tangan atau-pun menggunakan alat pemukul tergantung jenis dan penggunaan drum, semisalnya ketipung dapat menggunakan tangan namun untuk snare drum harus menggunakan alat agar dapat menghasilkan suara yang sesuai.
Selain itu, drum berbeda dengan drum-set. Perbedaan drum dan drum-set adalah, jika drum merupakan 1 buah alat musik, Drum-set terdiri dari beberapa jenis drum, seperti drumnya terdiri dari snare drum, bass drum, tom-tom dan simbal. Dari sisi penggunaannya, alat musik drum sering digunakan untuk mengiringi jenis musik modern.

2. Gendang

Gendang juga dikenali dengan nama lain, yaitu kendang atau khendang. Salah satu contoh alat musik ritmis ini sering digunakan dalam berbagai macam kesenian, bahannya yang dibuat dari kayu membuatnya tidak sulit dibawa.

Contoh alat musik ritmis gendang
Gambar alat musik gendang

Selain itu, biasanya gendang juga menggunakan kulit hewan jadi yang dihasilkan bisa maksimal dan cocok untuk kita yang sedang mengadakan acara besar
Cara memainkan kendang adalah dengan cara dipukul, namun untuk teknik-nya berbeda-beda tergantung dari pemain itu sendiri. Semakin ahli seorang pemain, Biasanya teknik yang digunakan semakin rumit dan seakan pukulan-asal, namun suaranya tidak terdengar  sumbang . Sebagian besar gendang dimainkan menggunakan tangan kosong.

3. Kastanyet

Alat musik yang terlihat sederhana ini sebenarnya memiliki banyak kegunaan. Cara memainkan kastanyet adalah dengan cara dihentakkan atau di-adu antara sisinya menggunakan 1 tangan. Bentuknya seperti kerang, membuat kastanyet banyak yang salah artikan orang sebagai mainan.

Contoh alat musik ritmis kastanyet
Gambar alat musik kastanyet

Alat musik ritmis ini dimainkan dengan tujuan sebagai hiburan selain mengiringi tari.
Kastanyet dibuat dari kayu yang keras dan dibuat selesai membentuk cangkang kerang yang cekung. Flamenco adalah salah satu pertunjukan tari senior dari Spanyol yang menggunakan alat musik kastanyet sebagai iring-iringan bersama gitar.

4. Kendang

Seperti yang sudah di sebutkan di atas, kendang merupakan nama lain atau keluarga yang sama dengan khendang / gendang. Penggunaannya yang cukup sering membuat orang beranggapan mereka semua sama. Salah satu kesenian yang mengunakan alat musik kendang adalah gamelan Jawa.

Contoh alat musik ritmiskendang
Gambar alat musik kendang

Selain khas dengan bonang yang gemerincing, kendang menjadi pelengkap kesenian tersebut. Kendang merupakan salah satu alat musik tradisional yang ada di Indonesia.

Kendang memang tidak terlalu bisa menyenangkan jika dimainkan tanpa alat musik lain sebagai pasangan. Selain kompilasi kendang dipadukan, suara yang dihasilkan mampu membangkitkan semangat dan menambah keceriaan dari penampilan kesenian.

5. Ketipung

Kemudian contoh alat musik ritmis tradisional adalah ketipung. Setiap kita mendengar ketipung, berhenti terlintas musik dangdut. Betul sekali, ketipung adalah salah satu alat musik yang digunakan untuk mengiringi dangdut.

Contoh alat musik ritmis ketipung
Gambar alat musik ketipung

Mungkin kiranya anak muda jaman sekarang kurang menyukai musik ini karena terdengar padahal di tanah air sendiri. Alat musik ketipung adalah alat musik tradisional Indonesia yang memiliki bentuk mirip gendang, hanya saja ukurannya lebih kecil.

Ketipung terbuat dari kayu yang dilubangi, sementara beberapa orang ber-kreasi membuat ketipung dari peralon. Bunyi / nada yang dihasilkan musik ketipung biasa kita kenal dengan musik keroncong.

6. Konga

Alat musik konga termasuk jenis alat musik ritmis yang asalnya dari luar Indonesia, yaitu Afrika. Di beberapa daerah, konga juga dikenal dengan nama  Tumbadora . Tumbador atau konga ini merupakan alat musik yang sering berubah-ubah baik dari segi bahan atau-pun bentuknya melalui perjalanan waktu.

Contoh alat musik ritmis konga
Gambar alat musik konga

Alat musik yang mirip dengan konga adalah kendang karena cara memainkan konga sama, yaitu dipukul. Perbedaan kendang dan konga hanya dari segi bentuknya, itupun tidak terlalu terlihat.

Konga memiliki bentuk lebih tinggi yang mengerucut dibandingkan dengan konga pendulunya. Dari segi pembuatannya, dulunya terbuat dari kayu dan beberapa bahan tambahan, untuk sekarang berbahan fiberglass.

7. Marakas

Alat musik yang dikenal karena cara memainkannya cukup digunakan jika dimainkan tanpa pasangan alat musik lain sebagai pengiring. Siapa sangka, alat musik ini juga sering dimainkan anak-anak kecil dengan menambahkan beras di botol kosong agar bisa menghasilkan suara yang ditambahkan dengan marakas yang diisi dengan biji-bijian.

Contoh alat musik ritmis marakas
Gambar alat musik marakas

Marakas atau markas sangat jarang kita temui di Indonesia. Di luar negeri sendiri, biasanya marakas biasanya digunakan saat ada parade atau sebagai pelengkap menari, seperi  menari Magalenhayang menampilkan tarian sambi memegang alat musik ini.

8. Rebana

Rebana mungkin hanya satu-satunya alat musik yang memiliki wujud kecil. Selain Marawis dan hadroh, rebana merupakan salah satu alat musik yang dimainkan beregu atau berkelompok dan biasanya grup ini diberi nama  Grup Rebana  * Nama Grup * layak band.

Contoh alat musik ritmis rebana
Gambar alat musik rebana

Rebana berbentuk seperti gendang bulat dan pipih yang memang khas melayu, beberapa rebana juga diberikan paku mengencangkan.
Cara memainkan alat musik sama seperti Marawis, yaitu dipukul. Saat ini rebana juga sudah berpartisipasi dalam perkembangan zaman, terbukti di beberapa acara seperti khitan, pernikahan dan adat daerah lainnya, rebana selalu ada dan ikut meramaikan acara tersebut sehingga harus membayar grup musiknya.

Dalam permainannya, rebana biasanya menggunakan lirik-lirik yang bernuansa religius sekaligus pengingat. Meskipun sebagian besar pemainnya beranggotakan perempuan, untuk dapat menghasilkan suara, kita harus mengeluarkan tenaga untuk mengalahkannya.

9. Simbal / Simbal Tangan

Seperti yang kita ketahui bersama, simbal membuat piringan pipih yang diameternya bermacam-macam dan mampu menghasilkan suara yang cukup keras saat saling menggabungkan. Simbal ada beberapa macam, contohnya simbal tangan dan simbal yang ada pada drum.

Contoh alat musik ritmis simbal
Gambar alat musik simbal

Simbal tangan dimainkan menggunakan kedua tangan dan saling diadukan antara simbal satu dan lainnya. Apa simbal jenis ini juga memiliki ikatan atau pegangan untuk berjaga-jaga jika simbal terjatuh sementara simbal pada drum biasanya sudah terpasang kuat dan dikunci. Untuk memainkannya-pun kita menggunakan alat pukulan yang disebut  stick drum .

10. Tamborin

Salah satu jenis alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara ditabuh dan digoyang, selain itu tamborin juga bisa dibilang masih satu kerabat dengan angklung dan marakas jika dilihat dari segi cara memainkannya. Tamborin merupakan alat musik perkusi tradisional yang menghasilkan suara / nada gemerincing yang cocok dipadukan suara dari tabuhan membrannya.

Contoh alat musik ritmis tamborin
Gambar alat musik tamborin

Bingkai kayu berbentuk bundar merupakan bahan dasar pembuatan tamborin yang kemudian dilengkapi dengan selaput pelapis sebagai bagian yang dipukul dan dibuat dari kulit ternak atau plastik.

Suara gemerincing yang dihasilkan dari simbal kecil terdiri dari kepingan logam yang dihiasi di sekeliling bingkainya, sehingga kompilasi digoyangkan tamborin ini menghasilkan suara yang ramai.

11. Tifa

Meminta banyak hal yang bisa dilakukan teman-teman yang suka mendengarkan kata alat musik tifa ini. Selain bentuknya yang memang satuan, ternyata setiap ukiran yang terukir di bagian tubuh tifa ini menandakan daerah asalnya, Tifa bisa ditemukan dibagian Indonesia bagian timur seperti Maluku hingga Papua.

Contoh alat musik ritmis tifa
Gambar alat musik tifa

Seperti yang bisa kita lihat dari gambar alat musik tradisional tifa di atas, bentuknya yang kecil membuat tifa bisa mengatur di mana saja, namun ukurannya cukup panjang. Nama alat musik ritmis juga sama di setiap daerah, yaitu Tifa.

Permainan Tifa tentang hiburan dan beberapa kelompok yang ikut serta acara adat seperti nikahan dengan tujuan mengenalkan daerah asalnya. Tifa dimainkan dengan cara dipukul pada bagian membrannya. Suara yang dihasilkan dari pukulannya sangat mudah dikenali seketika setelah kita mendengarkan suaranya.

12. Timpani

Timpani dan kita kenal dengan nama Ketel Drum  yang tidak resmi mendapat sebutan Timp. Kettledrum atau timpani merupakan alat musik jenis perkusi dan sejenisnya dengan gendang. Timpani memiliki membran yang dibuat dari kulit sebagai bagian dari, sedangkan badannya terbuat dari lapisan besar yang terbuat dari tembaga.

Contoh alat musik ritmis timpani
Gambar alat musik timpani

Alat musik timpani dimainkan dengan cara dipukul, dengan menggunakan pemukul, layaknya drum yang biasa disebut stik timpani atau timpani palu.
Alat musik ini mulai dikenal di Inggris pada akhir abad ke-19 yang pada saat itu disebut  berasal dari bahasa yunani. Tumpanon yang berarti drum tangan. Di negara lain Timpani juga dikenal dengan nama Timbales. dan Spanyol-nya adalah timbales.

13. Segitiga

Beberapa orang ada yang beranggapan segitiga memilih alat musik tetapi di sini akan tetap membahas tentang alat musik karena memang penggunaannya yang ritmis bukan melodis. Segitiga yang biasa digunakan kompilasi grup musik sedang mengiringi lagu atau sedang diputar. Posisi segitiga ini digunakan sebagai pengatur tempo.

Contoh alat musik ritmis triangle
Gambar alat musik triangle

Bentuknya yang terdiri dari segitiga yang mengikat tali pegangan, sangat memudahkan seorang pemain untuk menggunakan alat musik ritmis segitiga ini. Mungkin penggunaannya masih tetap di Indonesia sendiri karena kita masih senang dengan cara manual seperti " satu, dua, tiga, mulai " sementara itu sudah menggunakan alat ini sebagai pertanda musik mereka.



Sumber : 

Pengertian dan Bentuk Pertunjukan Musik

A. Pengertian Pertunjukkan Musik

Pertunjukan musik merupakan suatu penyajian fenomena bunyi yang disajikan dalam bentuk musik yang berkualitas untuk dapat didengar dan dinikmati oleh manusia. Karena musik memiliki jiwa, hati, pikiran, dan kerangka sebagai penyangga tubuh layaknya seorang manusia, pertunjukan musik sebagai salah satu budaya dari manusia yang lahir dari perasaan dan hasil ungkapan yang berbentuk ucapan.
Musik dapat menimbulkan suasana yang menyenangkan sehingga seseorang akan hanyut oleh alunan suara musik. Penyajian pertunjukan musik dalam waktu yang tepat dapat menimbulkan daya tarik terhadap musik sehingga dapat menimbulkan kepuasan batin yang luar biasa, perasaan senang, dan gembira.

B. Bentuk-Bentuk Penyajian Musik

Dalam musik terdapat beberapa bentuk penyajian yang berkaitan erat dengan tujuan serta jenis musik yang disajikan. Secara garis besar, bentuk-bentuk penyajian musik tersebut dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok seperti berikut ini :
1. Penyajian musik tunggal
Penyajian musik tunggal, yakni bentuk penyajian musik yang menampilkan seorang sirkus dalam memainkan alat musik tertentu. Misal penampilan piano tunggal, penampilan gitar tunggal, penampilan organ tunggal, penampilan biola tunggal, dan sebagainya.
2. Penyajian kelompok musik terbatas
Yang dimaksud penyajian musik terbatas adalah penyajian kelompok musik seriosa dalam bentuk duet alat musik, bentuk-bentuk trio, kuartet, atau kuintet alat musik sampai dengan bentuk ensambel terbatas sifat penyajian musik seperti ini tidak jauh berbeda dari penyajian musik sebelumnya, yakni terkesan formal dan penonton harus benar-benar disiplin.
3. Penyajian musik orkestra yang dihadiri oleh penikmat yang jumlahnya jauh lebih besar
Penyajian musik orkestra ini, meskipun masih memiliki sifat formal dan disiplin tinggi, namun dihadiri oleh jumlah penonton yang jauh lebih besar daridapa penyajian musik lainnya. Bentuk-bentuk orkestra besar seperti orkes pilharmoni, orkes simfoni, dan sejenisnya. Untuk menampilkan bentuk penyajian musik seperti ini diperlukan ruang yang cukup besar serta tata akustik gedung yang sangat baik.
4. Penyajian musik elektrik
Penyajian musik elektrik, yakni penyajian kelompok musik dengan menggunakan perlengkapan atau alat-alat musik elektrik berkekuatan tinggi. Penyajian musik elektrik berkekuatan tinggi ini sangat berbeda dari penyajian musik sebelumnya yang ditampilkan di dalam ruang tertutup, penyajian jenis musik dapat dilakukan di udara terbuka dengan jumlah penonton yang bisa mencapai ribuan orang. Penyajian dan kelompok-kelompok band ternama pada umumnya menggunakan bentuk penyajian musik seperti ini. Sifat dari penyajian musik ini tidak formal dan penonton boleh saja berteriak-teriak atau ikut menyanyi bersama penyanyi yang sedang tampil di atas pentas.

C. Persiapan Pertunjukan Musik

Proses akhir dari pembelajaran seni adalah penyajian karya seni, baik secara perseorangan ataupun kelompok. Setelah anda mengikuti rangkaian pembelajaran teori dan apresiasi seni musik, anda diharuska menampilkan karya musik. Proses penampilan karya musik ini tentu saja harus melalui rangkaian kegiatan yang terorganisasi sehingga proses penampilan musik bisa baik dan terarah. Kegiatan yang harus dilakukan untuk mempersiapkan sebuah pementasan musik meliputi kegiatan pengorganisasian pertunjukan, pemilihan dan penyusunan karya musik yang akan ditampilkan, latihan-latihan memainkan musik secara bersama, melaksanakan pertunjukan musik, dan akhirnya evaluasi kegiatan pertunjukan.
Menyajikan karya musik merupakan hal yang pada umumnya ditunggu setelah melaksanakan proses belajar. Sebagian besar orang ingin menampilkan hasil belajarnya tanpa mempertimbangkan aspek-aspek lain yang berkaitan dengan pementasan. Dalam pikiran mereka biasanya terbanyang penampilan seperti layaknya penyanyi atau pemusik terkenal ketika beraksi di hadapan publiknya. Hal tersebut tidak dapat sepenuhnya disalahkan karena selayaknya seperti itulah proses penampilan musik.
Hal-hal yang menentukan keberhasilan sebuah pementasan musik diantaranya kemampuan teknis, seorang pemusik dituntut pula untuk mampu berkomunikasi dengan publiknya, baik secara verbal (dengan ucapan dan kalimat-kalimat biasa) maupun secara nonverbal melalui karya musik yang dimainkannya.
Kemampuan berkomunikasi ini tidak lantas muncul begitu saja dalam diri pemusik, ia harus mempersiapkan dirinya terlebih dahulu dari berbagai aspek, seperti bagaimana ia bersikap pada saat memaikan atau penampilan karya musik, bepakaian, memasuki pentas, berjalan di atas pentas, memperlakukan alat-alat musik, mengatasi rasa gugup ketika berhadapan dengan publik, dan sebagainya. Hal-hal tersebut sudah seharusnya dilatih secara cermat oleh setiap pemusik dan penyanyi.

D. Proses Pesiapan Pertunjukan Musik Berdasarkan Jenis Lagu, Urutan, dan Durasi Waktu

Suatu pertujukan seni musik biasanya kompleks, banyak resiko, penuh ketidakpastian. Semakin besar kegiatan, semakin kompleks, dan semakin besar ketidakpastianya. Agar harapan atau sasaran suatu pertunjukan musik tercapai, maka mau tidak mau harus melakukan persiapan atau perencanaan.
Apabila pertunjukan musik bertujuan meningkatkan apresiasi penonton terhadap musik, maka sasaran mutu dan kualitas lagu harus dapat membuat sejumlah penonton ingin menonton kembali.
Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam menyusun lagu adalah sebagi berikut:
  1. Memahami tema acara pertunjukan musik.
  2. Memahami maksud dan tujuan tema acara pertunjukan musik.
  3. Memahami sasaran penonton/penikmat musik.
  4. Pemilihan lagu-lagu disesuaikan dengan tema acara pertunjukan musik.
  5. Memperhitungkan durasi per lagu (± 4-5 menit)
  6. Struktur urutan lagu disesuaikan dengan tema acara pertunjukan musik (intensitas rendah, sedang, tinggi).



SEJARAH

SEJARAH MUSIK

Musik dikenal sejak kehadiran manusia modern Homo sapien yakni sekitar 180.000 hingga 100.000 tahun yang lalu. Tiada siapa tahu bila manusia mula mengenal seni dan musik. Dari penemuan arkeologi pada lokasi-lokasi seperti pada benua Afrika sekitar 180.000 tahun hingga 100.000 tahun dahulu telah menunjukkan perubahan evolusi dari pemikiran otak manusia. Dengan otak manusia yang lebih pintar dari hewan, mereka membuat pemburuan yang lebih terancang sehingga bisa memburu hewan yang besar. Dengan kemampuan otak ini, mereka bisa berpikir lebih jauh hingga di luar nalar dan mencapai imajinasi dan spiritual. Bahasa untuk berkomunikasi telah terbentuk di antara mereka. Dari bahasa dan ucapan sederhana untuk tanda bahaya dan memberikan nama-nama hewan, perlahan-lahan beberapa kosa kata muncul untuk menamakan benda dan nama panggilan untuk sesorang.

Dalam kehidupan yang berpindah-pindah, mereka mungkin mendapat inspirasi untuk mengambil tulang kaki kering hewan buruan yang menjadi makanan mereka kemudian meniupnya dan mengeluarkan bunyi. Ada juga yang mendapat inspirasi ketika memperhatikan alam dengan meniup rongga kayu atau bambu yang mengeluarkan bunyi. Kayu dibentuk lubang tiup dan menjadi suling purba.

Manusia menyatakan perasaan takut mereka dan gembira menggunakan suara-suara. Bermain-main dengan suara mereka menjadi lagu, hymne atau syair nyanyian kecil yang diinspirasikan oleh kicauan burung. Kayu-kayu dan batuan keras dipukul untuk mengeluarkan bunyi dan irama yang mengasyikkan. Mungkin secara tidak sengaja mereka telah mengetuk batang pohon yang berongga di dalamnya dengan batang kayu yang mengeluarkan bunyi kuat. Kulit binatang yang mereka gunakan sebagai pakaian diletakkan pula untuk menutup rongga kayu tersebut besar menjadi gendang.

Hasil gambar untuk sejarah musik

PRASEJARAH
Prasejarah musik hanya dapat berteori berdasarkan temuan dari situs arkeologi paleolitik. Seruling Merupakan alatmusik yang sering ditumakan pada zaman pra sejarah dan bentuknya seperti shakuhachi yang berasal dari Jepang. Seruling Divje Babe yang terbuat dari tulang paha beruang gua, yang diperkirakan sudah dipakai sekitar 40.000 tahun yang lalu. Berbagai jenis seruling dan alat musik yang terbuat dawai atau senar telah ada sejak zaman Peradaban Lembah Sungai Indus , India memiliki salah satu tradisi musik tertua di dunia yang berasal dari kitab Weda . Pengumpulan paling awal dan terbesar alat musik prasejarah ditemukan di Cina dan tanggal kembali ke antara 7000 dan 6600 SM. Lagu-lagu Hurrian / Hurrian songs adalah kumpulan musik tertulis dalam tulisan kuno yang digali dari Hurrian di kota Ugarit yang diperkiarakan telah ada sekitar 1400 SM


Pengelompokan Secara Aliran Atau Gaya

1. Musik seni (art Music)



Musik Seni atau sering disebut juga Musik Serius dan musik-musik sejenis (musik avant garde, kontemporer)adalah sebuah istilah pengelompokan jenis musik yang mengacu pada teori bentuk musik Klasik Eropa atau jenis-jenis musik etnik lainnya yang di serap atau diambil sebagai dasar komposisinya. Berbeda dengan musik Populer atau musik masa, musik jenis ini biasanya tidak lekang dimakan waktu, sehingga bertahan berabad-abad lamanya. Tokoh-tokoh komponis Indonesia yang menciptakan jenis musik seperti ini antara lain: Amir Pasaribu, Tri Suci Kamal, Slamet Abdul Syukur, Rahayu Supanggah, Otto Sidharta, Tony Prabowo, Michael Asmara, I Wayan Sadre, Iwan Gunawan, Dody Satya E. Gustdiman dsb.

2. Musik klasik



Musik klasik biasanya merujuk pada musik klasik Eropa, tapi kadang juga pada musik klasik Persia, India, dan lain-lain. Musik klasik Eropa sendiri terdiri dari beberapa periode, misalnya barok, klasik, dan romantik.

Musik klasik merupakan istilah luas, biasanya mengacu pada musik yang berakar dari tradisi kesenian Barat, musik kristiani, dan musik orkestra, mencakup periode dari sekitar abad ke-9 hingga abad ke-21.

Musik klasik Eropa dibedakan berdasarkan dari bentuk musiknya, non-Eropa dan musik populer terutama oleh sistem notasi musiknya, yang sudah digunakan sejak abad ke-16.[2] Notasi musik barat digunakan oleh komponis untuk memberi petunjuk kepada pembawa musik mengenai tinggi nada, kecepatan, metrum, ritme individual, dan pembawaan tepat suatu karya musik. Hal ini membatasi adanya praktik-praktik seperti improvisasi dan ornamentasi ad libitum yang sering didengar pada musik non-Eropa (bandingkan dengan musik klasik India dan musik tradisional Jepang) maupun musik populer.

Dahulu musik klasik di Eropa terutama digunakan untuk keperluan lagu di Gereja ataupun lagu untuk pengiringan Raja. Sejalan dengan perkembangan, mulai juga bermunculan musik klasik yang digunakan untuk keperluan lain, seperti misalnya musik klasik yang menggambarkan visual secara audio, contohnya lagu Cat and Mouse yang menggambarkan kucing mengejar tikus tau.

3.  Musik populer



Musik populer merupakan jenis-jenis musik yang saat ini digemari oleh masyarakat awam. Musik jenis ini merupakan musik yang sesuai dengan keadaan zaman saat ini, sehingga sesuai di telinga kebanyakan orang. Genre musik ini dapat ditemui di hampir seluruh belahan dunia oleh karena sifat musiknya yang hampir bisa diterima semua orang.


Jazz
Jazz adalah jenis musik yang tumbuh dari penggabungan blues, ragtime, dan musik Eropa, terutama musik band. Beberapa subgenre jazz adalah Dixieland, swing, bebop, hard bop, cool jazz, free jazz, jazz fusion, smooth jazz, dan CafJazz.

Gospel
Gospel adalah genre yang didominasi oleh vokal dan biasanya memiliki tema Kristen. Beberapa subgenrenya adalah contemporary gospel dan urban contemporary gospel. Sebenarnya lagu jenis Gospel ini memiliki nuansa mirip dengan Rock n Roll (oleh karena Rock n Roll sendiri sebenarnya merupakan fusion atau gabungan dari Rock, Jazz, dan Gospel), dahulu awalnya diperkenalkan oleh orang-orang Kristen kulit hitam di Amerika. Beberapa contoh saat ini yang masih benar-benar menggunakan aliran musik gospel adalah Israel Houghton. Namun saat ini pengertian musik gospel telah meluas menjadi genre musik rohani secara keseluruhan. Di Indonesia, musik gospel beraliran pop dan rock banyak dipopulerkan oleh musisi seperti Franky Sihombing, Giving My Best, Nikita, True Worshippers dan banyak lagi.

Blues
Blues berasal dari masyarakat Afro-Amerika yang berkembang dari musik Afrika barat. Jenis ini kemudian memengaruhi banyak genre musik pop saat ini, termasuk ragtime, jazz, big band, rhythm and blues, rock and roll, country, dan musik pop.

Rhythm and blues
Rhythm and blues adalah nama musik tradisional masyarakat Afro-Amerika, yaitu musik pop kulit hitam dari tahun 1940-an sampai 1960-an yang bukan jazz atau blues.

Funk
Funk adalah sebuah aliran musik yang mengandung unsur musik tarian Afrika-Amerika. Umumnya musik funk dapat dikenali lewat ritme yang sering terpotong singkat, bunyi gitar ritme yang tajam, perkusi yang dominan, pengaruh jazz yang kuat, irama-irama yang dipengaruhi musik Afrika, serta kesan gembira yang didapati saat mendengarnya. Akar funk dapat ditelusuri hingga jenis rhythm and blues dari daerah Louisiana pada tahun 1960-an. Aliran musik ini terkait dekat dengan musik soul serta jenis musik turunan lainnya seperti P-Funk dan Funk Rock.

Rock
Rock, dalam pengertian yang paling luas, meliputi hampir semua musik pop sejak awal 1950-an. Bentuk yang paling awal, rock and roll, adalah perpaduan dari berbagai genre di akhir 1940-an, dengan musisi-musisi seperti Chuck Berry, Bill Haley, Buddy Holly, dan Elvis Presley. Hal ini kemudian didengar oleh orang di seluruh dunia, dan pada pertengahan 1960-an beberapa grup musik Inggris, misalnya The Beatles, mulai meniru dan menjadi populer.

Musik rock kemudian berkembang menjadi psychedelic rock, kemudian menjadi progressive rock. Beberapa band Inggris seperti The Yardbirds dan The Who kemudian berkembang menjadi hard rock, dan kemudian menjadi heavy metal. Akhir 1970-an musik punk rock mulai berkembang, dengan kelompok-kelompok seperti The Clash, The Ramones, dan Sex Pistols. Pada tahun 1980-an, rock berkembang terus, terutama metal berkembang menjadi hardcore, thrash metal, glam metal, death metal, black metal dan grindcore. Ada pula british rock serta underground.

Metal, hardcore
Metal merupakan aliran musik yang lebih keras dibandingkan dengan Rock walau terdapat juga band metal yang memiliki lagu dengan nyanyian yang terkesan slow. Genre Metal yang dikategorikan keras dimana lagunya memiliki vocal ala scream, growl dan yang terbaru adalah pigsqueal dimana vokal ini lebih banyak digunakan di aliran hardcore, post-Hardcore, screamo, metalcore, deathcore, death metal, black metal, electronic hardcore dan lainnya. Di Indonesia sendiri aliran band ala vokal scream ini telah banyak ditemukan tetapi masih belum bisa diterima secara terbuka oleh masyarakat umum. Contoh band: Indonesia yaitu The Civil Wears Monza,DESIDER, Secret Of Murder, Deadsquad, Burgerkill dll. Luar yaitu Asking Alexandria, Miss May I, The Crimson Armada, Chelsea Grin, We Butter The Bread With Butter, dan lainnya

Electronic
Electronic dimulai lama sebelum ditemukannya synthesizer, dengan tape loops dan alat musik elektronik analog pada tahun 1950-an dan 1960-an. Para pelopornya adalah John Cage, Pierre Schaeffer, dan Karlheinz Stockhausen.

Ska, Reggae, Dub
Dari perpaduan musik R&B dan musik tradisional mento dari Jamaika muncul ska, dan kemudian berkembang menjadi reggae dan dub.

Hip hop / Rap / Rapcore
Musik hip hop dapat dianggap sebagai subgenre R&B. Dimulai di awal 1970-an dan 1980-an, musik ini mulanya berkembang di pantai timur AS, disebut East Coast hip hop. Pada sekitar tahun 1992, musik hip hop dari pantai barat juga mulai terkenal dengan nama West Coast hip hop. Jenis musik ini juga dicampur dengan heavy metal menghasilkan rapcore.

Pop
Musik pop adalah genre penting namun batas-batasnya sering kabur, karena banyak musisi pop dimasukkan juga ke kategori rock, hip hop, country, dsb.

4. Musik tradisional



Musik tradisional adalah musik yang hidup di masyarakat secara turun temurun, dipertahankan bukan sebagai sarana hiburan saja, melainkan ada juga dipakai untuk pengobatan dan ada yang menjadi suatu sarana komunikasi antara manusia dengan penciptanya, hal ini adalah menurut kepercayaan masing-masing orang saja. Musik tradisional merupakan perbendaharaan seni lokal di masyarakat. Musik tradisional yang ada di Indonesia, diantaranya adalah gamelan ,angklung dan sasando. selain dari musik tradisional yang berasal dari kebudayaan lokal, juga terdapat musik tradisional yang berasal dari pengaruh kebudayaan luar diantaranya gambang kromong, marawis dan keroncong.

Latin
Genre musik tradisional latin ini biasanya merujuk pada musik Amerika latin termasuk musik dari Meksiko, Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Karibia. Musik latin ini memiliki subgenre Samba.

Country
Musik tradisional country dipengaruhi oleh blues, dan berkembang dari budaya Amerika kulit putih, terutama di kota Nashville. Beberapa artis country awal adalah Merle Haggard dan Buck Owens.

Dangdut


Dangdut merupakan musik yang berasal dari Indonesia.Dangdut memiliki nuansa india dan melayu.Pada awalanya,musik ini hanya dianggap musik kelas bawah.Namun seiring waktu,musik ini sudah dinikmati semua kalangan.



Sumber : http://valentsihombing.blogspot.com/2015/12/artikel-tentang-musik.html

TENTANG MUSIK

Pengertian Musik

Hasil gambar untuk artikel tentang musik
Musik 
adalah suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan terutama dari suara yang dihasilkan dari alat-alat yang dapat menghasilkan irama [1] Walaupun musik adalah sejenis fenomena intuisi, untuk mencipta, memperbaiki dan mempersembahkannya adalah suatu bentuk seni. Mendengar musik adalah sejenis hiburan. Musik adalah sebuah fenomena yang sangat unik yang bisa dihasilkan oleh beberapa alat musik.


Unsur-Unsur Musik

Berikut ini unsur-unsur musik yang membentuk sebuah lagu.
1. Melodi
Merupakan suatu kesatuan frase yang tersusun dari nada-nada dengan urutan, interval, dan tinggi rendah yang teratur. Melodi menjadi daya tarik dari suatu musik.
2. Irama
Merupakan pergantian panjang pendek, tinggi rendah, dan keras lembut nada atau bunyi dalam suatu rangkaian musik. Irama adalah penentu ketukan dalam musik.
3. Birama
Merupakan unsur seni yang berupa ketukan atau ayunan berulang-ulang yang hadir secara teratur di waktu yang bersamaan. Birama yang nilai penyebut nya genap disebut birama bainar, sedangkan birama yang penyebut nya ganjil disebut birama tenair.
4. Harmoni
Merupakan sekumpulan nada yang apabila dimainkan bersama-sama akan menghadirkan sebuah bunyi yang enak dinikmati (didengar).Selain itu, harmoni bisa diartikan dengan suatu rangkaian akor-akor yang disusun selaras dan dimainkan sebagai iringan musik.
5. Tangga Nada
Merupakan deret nada yang disusun bertingkat, ada 2 jenis tangga nada yaitu tangga nada diatonis dan pentatonis.Tangga nada diatonis tersusun dari 7 buah nada dengan 2 jarak (1/2 dan 1), sedangkan pentatonis tersusun dari 5 buah nada dengan jarak tertentu.
6. Tempo
Merupakan ukuran kecepatan birama lagu. Semakin cepat sebuah lagu dimainkan, semakin besar juga nilai tempo dari lagu tersebut.Ada 8 kategori tempo:
  • Largo (Lambat Sekali)
  • Lento (Lebih Lambat)
  • Adagio (Lambat)
  • Andante (Sedang)
  • Moderato (Sedang Agak Cepat)
  • Allegro (Cepat)
  • Vivace (Lebih Cepat)
  • Presto (Cepat Sekali).
7. Dinamika
Merupakan tanda untuk memainkan nada dengan volume lembut atau keras. Dinamika penting karena dapat menunjukan nuansa sebuah lagu (sedih, senang, riang, agresif, datar, dll).
8. Timbre
Merupakan kualitas atau warna bunyi. Keberadaan timbre sangat dipengaruhi oleh sumber bunyi dan cara bergetar nya. Timbre yang dihasilkan alat musik tiup akan berbeda dengan alat musik petik, meskipun dimainkan di nada yang sama.
9. Ekspresi
Ungkapan perasaan dari dalam hati bisa ditunjukkan melalui ekspresi, apakah gembira, sedih, romantis, dan lainnya. Karena itu penyanyi harus bernyanyi secara total agar pendengar terbawa suasana.

Jenis-Jenis Musik

1. Pop (Populer)
Merupakan bentuk modern dari rock and roll. Terbentuk tahun 1950-an. Jenis musik ini menjadi genre paling populer.
2. RnB
RnB singkatan dari ‘rhythm & blues‘ adalah genre yang cukup populer yang berasal dari musik Afrika-Amerika pada tahun 1940-an. Satu band RnB biasanya terdiri dari pianis, satu atau dua gitaris, vokalis, bass, drum, dan saxophone.
3. Rock
Merupakan musik populer yang berasal dari musik rock and roll di AS tahun 1950-an. Musik ini mendapat pengaruh dari blues, jazz, klasik, dll. Musik rock fokus pada gitar listrik. Grup band rock didominasi oleh lelaki.
4. Dangdut
Merupakan genre musik andalan di tanah air kita. Bentuk musik ini berpusat dari musik Melayu pada tahun 1940-an. Penyanyi yang paling terkenal dengan ratusan lagunya yaitu raja dangdut Rhoma Irama.
5. Blues
Berasal dari Afrika-Amerika dan muncul pada abad ke 19. Ciri musik blues adalah lirik awalnya yang terdiri dari 1 baris yang diulang 4 kali.
6. Country
Jenis musik ini berasal dari AS selatan di Atlanta dan Georgia tahun 1920. Ciri khas musik country adalah sebagian besar menggunakan instrumen string.
Musik ini juga identik dengan koboi. Musik ini enak didengar saat melakukan perjalanan jauh dan mengawali hari. Taylor Swift merupakan salah satu contoh artis populer jenis musik ini.
7. Electronic
Musik yang sepenuhnya menggunakan teknologi elektronik, contoh alat musiknya adalah gitar listrik, telharmonium, dan organ hammond.
8. Hip Hop
Merupakan jenis musik yang terdiri dari musik berirama dan bergaya yang biasanya terdapat rap dan vokal ritmis. Vokalis biasanya membaca lirik lagu seperti membaca biasa namun dengan ritme tertentu.
9. Jazz
Aliran musik yang berasal dari Afrika-Amerika di akhir abad ke-19. Musik ini dikenal memiliki alunan yang merdu. Jazz mendapatkan pengaruh besar dari budaya Afrika Barat dan Eropa.
10. Klasik
Jenis musik yang berakar pada tradisi musik Barat dan sudah ada sejak abad ke-11. Tokoh musik klasik yang terkenal seperti Beethoven dan Johann Sebastian Bach.
11. Reggae
Genre musik ini berasal dari Jamaika di akhir tahun 1960-an. Reggae terpengaruh oleh jazz Amerika dan RnB. Salah satu elemen yang paling mudah dikenali dari musik reggae adalah ritme offbeatyang berasal dari gitar atau piano.

Fungsi Musik

  • Mengungkapkan emosi, musik berfungsi untuk meluapkan emosi baik oleh penulis lagu maupun para penikmat musik.
  • Sebagai sarana hiburan, musik yang dimainkan secara bersama-sama akan menghasilkan suara yang ramai dan menghibur.
  • Sebagai sarana bisnis, saat ini industri musik adalah salah satu industri kreatif yang paling menguntungkan. Contoh dari penjualan merchandise, tiket konser, dan sponsor.
  • Menenangkan jiwa, musik juga digunakan sebagai salah satu sarana relaksasi dan penenangan jiwa.
  • Sebagai sarana komunikasi, contohnya jika suatu upacara telah dimulai maka akan dibunyikan musik khusus sebagai isyarat bahwa upacara telah dimulai.
  • Menyambut tamu, contohnya menyambut para pemain sepakbola yang masuk ke lapangan.
  • Meningkatkan kecerdasan, ada penelitian yang menunjukkan bahwa bermain musik dapat meningkatkan kecerdasan.
  • Pengiring tarian, musik juga digunakan sebagai pengiring tarian.
  • Pengiring pertunjukan, pentas drama dan film selalu diiringi musik yang disesuaikan dengan suasana adegannya.
  • Sebagai sarana pendidikan, musik juga bisa digunakan sebagai sarana penyampaian nasehat yang mendidik anak.
  • Sebagai ciri khas kebudayaan setempat, contohnya Indonesia mempunyai berbagai musik tradisional sebagai ciri khas kebudayaan yang dimiliki.